suatu studi menyatakan ibu hamil yang berdiri lebih dari 4 jam dalam satu shift , memiliki resiko melahirkan prematur. untuk itulah perlu pembatasan kerja pada ibu hamil.untuk itu bagi ibu hamil yang bekerja dengan posisi berdiri yang lama, perlu di ingatkan. misalnya pelayan toko, pelayan fotocopy. mungkin selama ini prematur pada pekerja selalu di sangka kan pada faktor kecapaian. tanpa kejelasan bagaimana ibu hamil bekerja yang tidak menimbulkan melahirkan prematur.
beberapa posisi kerja yang lamanya perlu di batasi :
1. berdiri maks 4 jam . diselingi istirahat minimal 30 menit. hamil > 24 minggu.
2. membungkuk berulang maks 10 kali / jam-> pada hamil > 20 minggu.
3. naik tangga. maks 3x / shift. -> pada hamil > 20 minggu.
4. mengangkat berulang maks (23kg). > 20 minggu. maks 11 kg pada hamil >24 minggu.
*)The society Of Obstetrician and Gynaecologist of canada.
selain posisi kerja, beberapa faktor lingkungan yang harus dicermati diantaranya adalah:
- kebisingan. beberapa penelitian menunjukan adanya hubungan anatara kebisingan dan ibu hamil melahirkan prematur dan berat lahir rendah.
- Getaran. contoh pekerja yang menghasilkan getaran operator mesin tekstil, pembuatan produk kayu.
- suhu. pajanan panas akan mengurangi produksi sel sperma.
dari hasil penelitian diatas, perlu melakukan sosialisasi kepada pengusaha dan pekerja.
